Banyuwangi (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur,
telah mengucurkan beasiswa sebesar Rp7,5 miliar untuk sekitar 500
mahasiswa kurang mampu, tapi memiliki prestasi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Jumat
menjelaskan dana itu digunakan untuk membantu kuliah para mahasiswa asli
Banyuwangi yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik
di dalam maupun luar kota.
Jumat, 26 Desember 2014
Sabtu, 20 Desember 2014
Siswa Akan Terima Rapor Sementara
MUNGKID (KRjogja.com) - Hasil ujian para siswa pada
semester gasal tahun ini di Kabupaten Magelang, akan dituangkan dalam
rapor sementara. Hal itu sesuai dengan koordinasi yang dilakukan antara
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) setempat dengan
sekolah-sekolah yang ada. "Ini untuk mengatasi kebingungan yang
melanda para guru. Mengingat, sistem penilaian yang diberikan pada
penerapan K13 adalah dengan menggunakan huruf. Berbeda dengan Kurikulum
2006 yang melakukan penilaian menggunakan angka. Sementara kita pakai
rapor sementara ini dulu sambil menunggu petunjuk lebih lanjut dari
Kementerian Pendidikan," kata Sekretaris Disdikpora Kabupaten Magelang,
Mushowir, Jumat (19/12/2014).
Anies Apresiasi Guru Honorer
BEKASI (KRjogja.com) - Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan memberikan semangat dan apresiasi
yang tinggi kepada Maman Supratman, guru honorer berusia 74 tahun. Maman mendedikasikan dirinya menjadi guru honorer sejak tahun 1974. Di
sekolahnya, dia mengajar mata pelajaran kesenian khususnya angklung. “Saya, atas nama pemerintah ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan
apresiasi. Insya Allah guru seperti Pak Maman ini, kami sebutnya guru
mulia, yang bisa jadi contoh buat semua,” kata Menteri Anies saat
mendatangi Maman di SMPN 17 Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/12/2014).
Rabu, 17 Desember 2014
Setuju Kurikulum 2013 Meski Harus Dievaluasi
JAKARTA - Kekurangan demi kekurangan dalam pengimplementasian Kurikulum 2013 tidak menyurutkan semangat para guru. Mereka setuju penerapannya, meski memang banyak hal yang perlu dievaluasi.
Staf Kurikulum SMPN 1 Jakarta, Ambar Retno mengakui, Kurikulum 2013 sudah bagus. Sekolah unggulan ini sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester. Penerapannya pun tidak terlalu sulit.
Staf Kurikulum SMPN 1 Jakarta, Ambar Retno mengakui, Kurikulum 2013 sudah bagus. Sekolah unggulan ini sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester. Penerapannya pun tidak terlalu sulit.
Sultan : DIY Daerah Pendidikan Inklusif
YOGYA (KRjogja.com) - Pemda DIY menggelar acara Deklarasi Bersama Daerah Pendidikan Inklusi DIY, Jumat (12/12/2014) di GOR Among Rogo Yogyakarta. Kegiatan diikuti ratusan pelajar berkebutuhan khusus dan guru pembimbing dari berbagai wilayah di DIY. Dalam kesempatan ini Gubernur DIY Sri Sultan HB X mencanangkan DIY menjadi Daerah Pendidikan Inklusif.
Selasa, 16 Desember 2014
Menteri Puan: Sekolah yang tidak siap bisa pakai Kurikulum 2006
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan bahwa pemerintah resmi menunda pemberlakuan Kurikulum 2013.
Keputusan ini diambil setelah koordinasi antara Puan dengan Menteri
Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan, untuk keperluan pengkajian ulang.
41 sekolah di Mataram lanjutkan Kurikulum 2013
Mataram (ANTARA News)- Sebanyak 41 sekolah di Kota Mataram, Nusa
Tenggara Barat (NTB), akan lanjut menggunakan Kurikulum 2013 sesuai
dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 tentang
Pemberlakuan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006.
Anies Baswedan: Guru Ujung Tombak Pendidikan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rektor Universitas Paramadina Anies
Baswedan menilai guru merupakan ujung tombak masalah pendidikan di
Indonesia, sebab edukasi merupakan proses interaksi antarmanusia. "Jika kita memperhatikan kualitas, distribusi dan kesejahteraan guru,
saya rasa kita bisa menyelesaikan sebagian masalah pendidikan di
Indonesia," kata Anies dalam Diskusi Publik 'Nasionalisme dan Masa Depan
Pendidikan Kita' yang diadakan MAARIF Institute, di Gedung PP
Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (23/10) malam.
Momentum Revisi Serius Kurikulum 2013
JAKARTA, KOMPAS.com -
Penundaan penerapan Kurikulum 2013 menjadi momentum untuk merevisi
sungguh-sungguh kurikulum itu. Ibarat bangunan, struktur Kurikulum 2013
kurang kokoh meskipun visi kurikulum tersebut dinilai sudah tepat.
Perbaikan diharapkan tidak hanya terkait implementasi, tetapi juga pada
substansi. Kekurangan dalam Kurikulum 2013 alias K-13 menunjukkan
penyusunan yang terburu-buru dan paralel demi menyingkat waktu.
Idealnya, butuh tiga hingga lima tahun untuk menggodok, mengevaluasi,
dan memberlakukan sebuah kurikulum.
Langganan:
Komentar (Atom)






