JAKARTA - Kekurangan demi kekurangan dalam pengimplementasian Kurikulum 2013 tidak menyurutkan semangat para guru. Mereka setuju penerapannya, meski memang banyak hal yang perlu dievaluasi.
Staf Kurikulum SMPN 1 Jakarta, Ambar Retno mengakui, Kurikulum 2013 sudah bagus. Sekolah unggulan ini sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester. Penerapannya pun tidak terlalu sulit.
"Kurikulum 2013 bagus, tapi harus ada evaluasi. Bagi siswa yang ketika di SD tidak terlalu aktif, biasanya akan kesulitan dan kaget ketika belajar menggunakan Kurikulum 2013," ujar Ambar, saat berbincang dengan Okezone, di SMPN 1 Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Sehari-hari, bila menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), Ambar mengajar mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Kebudayaan Jakarta (PLKJ) pada kelas IX. Dia menjelaskan, distribusi buku pada semester dua ini berjalan lancar sehingga mendukung penerapan kurikulum 2013 di sekolahnya.
"Datangnya berbarengan antara buku siswa dan buku guru," imbuhnya.
Di tempat yang berbeda, guru PKN SMA Negeri 68 Jakarta, Tolib Kasan, juga menyetujui implementasi Kurikulum 2013. Meski demikian, dia memiliki catatan khusus tentang sistem penilaian terhadap siswa yang masih berat bagi guru.
"Guru harus menilai berbagai aspek seperti sikap dan keterampilan tiap murid. Bayangkan jika satu kelas berisi 32 murid yang harus dinilai," tuturnya.
Staf Kurikulum SMPN 1 Jakarta, Ambar Retno mengakui, Kurikulum 2013 sudah bagus. Sekolah unggulan ini sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama tiga semester. Penerapannya pun tidak terlalu sulit.
"Kurikulum 2013 bagus, tapi harus ada evaluasi. Bagi siswa yang ketika di SD tidak terlalu aktif, biasanya akan kesulitan dan kaget ketika belajar menggunakan Kurikulum 2013," ujar Ambar, saat berbincang dengan Okezone, di SMPN 1 Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Sehari-hari, bila menggunakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), Ambar mengajar mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Kebudayaan Jakarta (PLKJ) pada kelas IX. Dia menjelaskan, distribusi buku pada semester dua ini berjalan lancar sehingga mendukung penerapan kurikulum 2013 di sekolahnya.
"Datangnya berbarengan antara buku siswa dan buku guru," imbuhnya.
Di tempat yang berbeda, guru PKN SMA Negeri 68 Jakarta, Tolib Kasan, juga menyetujui implementasi Kurikulum 2013. Meski demikian, dia memiliki catatan khusus tentang sistem penilaian terhadap siswa yang masih berat bagi guru.
"Guru harus menilai berbagai aspek seperti sikap dan keterampilan tiap murid. Bayangkan jika satu kelas berisi 32 murid yang harus dinilai," tuturnya.
Sumber :http://news.okezone.com/read/2014/12/16/65/1080043/setuju-kurikulum-2013-meski-harus-dievaluasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar